GRAVITASI
Sobat Nurul Ilmi, kali ini kami menghadirkan bahasan tentang Gravitasi. Tentunya sobat
dah tahu apa itu gravitasi. Yup! Benar! Gravitasi adalah gaya tarik menarik
antara dua atau lebih benda. Yang paling mudah kita ingat adalah cerita Simbah
Newton kejatuhan buah apel ketika berteduh di bawah pohonnya. Kemudian Mbah
Newton menyimpulkan bahwa pasti ada “sesuatu” yang menyebabkan buah apel tadi
jatuh. (Bayangkan kalau kita yang kejatuhan, apa yang kita pikirkan ya?? :).
Selidik punya selidik,
pikir punya pikir, hitung punya hitung, maka tersimpulkan oleh Mbah Newton,
kalau buah tadi jatuh karena gaya tarik bumi alias gaya gravitasi bumi. Pun
demikian dengan benda apa-pun, sekali lagi, benda apa-pun –termasuk manusia-
yang ada di sekitar bumi dikenai gaya gravitasi bumi, yang efeknya adalah benda
tadi ditarik ke arah pusat bumi.
Rumus gravitasi adalah

Hal ini berarti,
semakin jauh jarak antara kedua benda (r) , semakin kecil-lah gaya gravitasi
(g). Dan semakin besar massa (m) kedua benda, maka semakin besar-lah gaya
gravitasinya. Ini menunjukkan ke-dua benda sama-sama melakukan gaya tarik.
Muncul pertanyaan, kenapa
benda yang ditarik tidak “nyungsep” masuk tenggelam ke dalam tanah, akibat dari
gaya tadi? Nah, itu karena gaya yang ada tidak cukup besar untuk menarik benda
hingga masuk ke tanah, hambatan tanah terlalu besar. Beda halnya jika yang
ditembus benda dengan kerapatan rendah, semisal air atau udara. Maka pastinya
akan tertembus. Begitzu..
Itu tadi jika hanya ada dua
benda yang berinteraksi, bagaimana jika banyak benda yang terlibat? Tentunya
semakin banyaklah gaya tarik-menarik yang terjadi.
Kemudian ada pertanyaan
muncul lagi. Pada benda yang bagaimanakah gaya gravitasi terjadi? Jawabannya
adalah, pada semua benda. Bahkan terjadi pada bagian dari benda tersebut.
Gravitasi menimpa pada partikel-partikel pembentuk benda. Inti atom sebagai
bagian terkecil dari benda juga mengalami gravitasi. Neutron, proton dan
elektron semua mengalami gravitasi. Ke-tiada-an salah satu atau dua diantara
benda-benda yang terkait pada gravitasi tadi akan menyebabkan
ketidak-seimbangan sistem yang terbentuk. Bisa jadi hancur-lah benda yang ada.
Coba kita lihat sistem
yang lebih besar, semisal tata surya kita. Ada matahari sebagai pusat tata
surya dikelilingi planet-planet, dan ada beberapa planet yang memiliki satelit
yang berputar mengelilinginya. Belum lagi benda-benda langit di sekitarnya yang
jumlahnya tidak mampu kita hitung. Semuanya mempunyai gaya tarik masing-masing,
terhadap benda-benda di sekitarnya. Semuanya beredar begitu SEMPURNA. Tidak ada
cela dan salah gerak sedikitpun. Subhanallah.
Sekarang kita bayangkan,
bagaimana jika ada salah satu benda langit yang “mbalelo”, tidak taat aturan
main tata surya kita? Misalkan bumi, karena dihuni oleh manusia, maka dia
melakukan gerakan semaunya. Maka yang terjadi adalah keguncangan dan
kehancuran. Tidak ada lagi keseibangan. Ruwet! MasyaAllah.
Sobat Nurul Ilmi, Allah SWT,
melalui alam ciptaan-Nya ingin mengajarkan kepada kita dengan gravitasi.
Sobat, Gravitasi
mengajarkan kepada kita beberapa hal, diantaranya :
1.
Bahwa
hidup manusia seharusnya memang berjamaah, berkelompok.
2.
Bahwa
hidup ini seharusnya saling memberi. Karena setiap orang mempunyai sisi positif
maupun sisi negatif. Harus saling melengkapi.
3.
Untuk
menjaga hubungan saling memberi tersebut dibutuhkan sikap saling menghargai,
saling mengalah demi terjalinnya ukhuwah, persaudaraan yang sudah ada.
4.
Kita
harus “memperkaya potensi” kita, agar semakin luas kemungkinan terjalinnya
hubungan saling memberi tadi.
5.
Perlu
usaha tambahan agar gravitasi semakin besar, yaitu dengan semakin mendekatkan
diri dengan sebanyak mungkin manusia di muka bumi ini. Sesuai dengan hadits, khoirunnas
anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya
kepada manusia yang lain.
Dan mungkin masih banyak
lagi hikmah dari gravitasi yang belum bisa kami sampaikan, tapi cukuplah lima
hal di atas mengajari kita untuk hidup lebih baik lagi. Agar hidup manusia bisa
seperti seharusnya sesuai dengan sunnah Tuhan kita, Allah SWT. Semoga.
SALAM SAINS!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar