Kamis, 05 Juli 2012


GRAVITASI

Sobat Nurul Ilmi, kali ini kami menghadirkan bahasan tentang Gravitasi. Tentunya sobat dah tahu apa itu gravitasi. Yup! Benar! Gravitasi adalah gaya tarik menarik antara dua atau lebih benda. Yang paling mudah kita ingat adalah cerita Simbah Newton kejatuhan buah apel ketika berteduh di bawah pohonnya. Kemudian Mbah Newton menyimpulkan bahwa pasti ada “sesuatu” yang menyebabkan buah apel tadi jatuh. (Bayangkan kalau kita yang kejatuhan, apa yang kita pikirkan ya?? :).
Selidik punya selidik, pikir punya pikir, hitung punya hitung, maka tersimpulkan oleh Mbah Newton, kalau buah tadi jatuh karena gaya tarik bumi alias gaya gravitasi bumi. Pun demikian dengan benda apa-pun, sekali lagi, benda apa-pun –termasuk manusia- yang ada di sekitar bumi dikenai gaya gravitasi bumi, yang efeknya adalah benda tadi ditarik ke arah pusat bumi.
Rumus gravitasi adalah
Hal ini berarti, semakin jauh jarak antara kedua benda (r) , semakin kecil-lah gaya gravitasi (g). Dan semakin besar massa (m) kedua benda, maka semakin besar-lah gaya gravitasinya. Ini menunjukkan ke-dua benda sama-sama melakukan gaya tarik.
Muncul pertanyaan, kenapa benda yang ditarik tidak “nyungsep” masuk tenggelam ke dalam tanah, akibat dari gaya tadi? Nah, itu karena gaya yang ada tidak cukup besar untuk menarik benda hingga masuk ke tanah, hambatan tanah terlalu besar. Beda halnya jika yang ditembus benda dengan kerapatan rendah, semisal air atau udara. Maka pastinya akan tertembus. Begitzu..
Itu tadi jika hanya ada dua benda yang berinteraksi, bagaimana jika banyak benda yang terlibat? Tentunya semakin banyaklah gaya tarik-menarik yang terjadi.
Kemudian ada pertanyaan muncul lagi. Pada benda yang bagaimanakah gaya gravitasi terjadi? Jawabannya adalah, pada semua benda. Bahkan terjadi pada bagian dari benda tersebut. Gravitasi menimpa pada partikel-partikel pembentuk benda. Inti atom sebagai bagian terkecil dari benda juga mengalami gravitasi. Neutron, proton dan elektron semua mengalami gravitasi. Ke-tiada-an salah satu atau dua diantara benda-benda yang terkait pada gravitasi tadi akan menyebabkan ketidak-seimbangan sistem yang terbentuk. Bisa jadi hancur-lah benda yang ada.
Coba kita lihat sistem yang lebih besar, semisal tata surya kita. Ada matahari sebagai pusat tata surya dikelilingi planet-planet, dan ada beberapa planet yang memiliki satelit yang berputar mengelilinginya. Belum lagi benda-benda langit di sekitarnya yang jumlahnya tidak mampu kita hitung. Semuanya mempunyai gaya tarik masing-masing, terhadap benda-benda di sekitarnya. Semuanya beredar begitu SEMPURNA. Tidak ada cela dan salah gerak sedikitpun. Subhanallah.
Sekarang kita bayangkan, bagaimana jika ada salah satu benda langit yang “mbalelo”, tidak taat aturan main tata surya kita? Misalkan bumi, karena dihuni oleh manusia, maka dia melakukan gerakan semaunya. Maka yang terjadi adalah keguncangan dan kehancuran. Tidak ada lagi keseibangan. Ruwet! MasyaAllah.
Sobat Nurul Ilmi, Allah SWT, melalui alam ciptaan-Nya ingin mengajarkan kepada kita dengan gravitasi.
Sobat, Gravitasi mengajarkan kepada kita beberapa hal, diantaranya :
1.               Bahwa hidup manusia seharusnya memang berjamaah, berkelompok.
2.               Bahwa hidup ini seharusnya saling memberi. Karena setiap orang mempunyai sisi positif maupun sisi negatif. Harus saling melengkapi.
3.               Untuk menjaga hubungan saling memberi tersebut dibutuhkan sikap saling menghargai, saling mengalah demi terjalinnya ukhuwah, persaudaraan yang sudah ada.
4.               Kita harus “memperkaya potensi” kita, agar semakin luas kemungkinan terjalinnya hubungan saling memberi tadi.
5.               Perlu usaha tambahan agar gravitasi semakin besar, yaitu dengan semakin mendekatkan diri dengan sebanyak mungkin manusia di muka bumi ini. Sesuai dengan hadits, khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya kepada manusia yang lain.
Dan mungkin masih banyak lagi hikmah dari gravitasi yang belum bisa kami sampaikan, tapi cukuplah lima hal di atas mengajari kita untuk hidup lebih baik lagi. Agar hidup manusia bisa seperti seharusnya sesuai dengan sunnah Tuhan kita, Allah SWT. Semoga.
SALAM SAINS!